hello

selamat datang pengunjung yang dimuliakan oleh Allah

Laman

perpustakaan

masih kosong

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Senin, 12 April 2010

AIR


Komposisi kimia dari Air

Air murni merupakan suatu persenyawaan kimia yang sangat sederhana yang terdiri dari dua Atom Hidrogen (H) yang berikatan dengan satu Atom Oksigen (O). Secara simbolik Air dinyatakan dengan H¬2O. atom-atom Hidrogen terikat ke atom Oksigen secara simetris seedemikian rupa sehingga kedua atom Hidrogen berada disatu ujungsedangkan atom Oksigen di ujung yang lainnya. Ikatan antara atom Hidrogen dan Oksigen dilakukan dengan pemakaian elektron secara bersama-sama yaitu setiap atom Hidrogen memiliki satu elektron yang dipakai secara bersama dengan atom Oksigen. Dengan demikian, oksigen mendapat 2 elektron yang di butuhkan untuk memenuhi kulit elektron terluarnya dan setiap atom hidrogen juga mendapat satu elektron untuk kulit elektron terluarnya. Tetapi atom Oksigen yang lebih besar mempunyai kecenderungan untuk menarik elektron-elektron yang didapat dari atom-atom Hidrogen lebih dekat ke intinya. Hal ini mengakibatkan muatan yang sedikit negatif pada tempat kedudukan Oksigen, sedangkan penyingkiran elektron-elektron menjauhi inti atom Hidrogen menakibatkan muatan yang sedikit positif pada tempat kedudukan Hidrogen. Pemisahan muatan listrik ini menghasiklkan satu molekul polar.

Sifat polar molekul Air ini megakibatkan tempat kedudukan Hidrogen yang positif akan menarik tampat kedudukan Oksigen yang negaif dari molekul Air yang lain. Ikatan ini disebut ikatan Hidrogen, yang terjadi di antara 2 molekul air yang berdekatan. Kekuatan ikatan ini sangat lemah, hanya 6% dari kekuatan ikatan antaraatom Oksigen dan atom Hidrogen dalam molekul Air, dan ikatan ini muda sekali lepas tapi jug amudah terbentuk kembali. Ikatan Hidrogen antara dua molekul air yang berdekatan dan sifat terpolarisasi molekul air inilah yang bertanggung jawab terhadap banyaknya sifat-sifat kimia dan fisik air yang unik. Sesungguhnya jika molekul-molekul Air tidak terpolarisasi da tidak membantuk ikatan Hidrogen, maka pada suhu kamar, air akan membentuk gas, bukan berbentuk cairan, dan titik bekunya akan jauh lebih jauh lebih rendah daripada yang kita jumpai sekarang ini hampir di seluruh permukaan bumi. Dalam keadaan demikian, kehidupan yang kita kenal sekarang takkan mungkin menjelma (dengan ijin Allah SWT.)



Sifat-sifat fisik dan kimia

Karena adanya ikatan Hidrogen, air mempunyai kecenderungan untuk bersatu padu menentang kekuatan dari luar yang akan memecahkan ikatan-ikatan ini. Peristiwa ini disebut “kohesi”. Pada batas antara air dan udara kekuatan kohesi membantuk suatu “kulit” dipermukaan air yang cukup kuat untuk menyangga benda-benda kecil, yang

disebut tegangan permukaan. Tegangan permukaan air adalah yang tertinggi dari semua zat cair pada umumnya dan memungkinkan kelangsungan asosiasi organisme baik yang hidup dibawahnya atau bergerak di atasnya. Kohesi juga bertanggung jawab dengan viskositas air. Viskositas adalah suatu sifat yang di pakai sebagai pengukur bebasnya daya yang diperlukan untuk memisahkan molekul-molekul zat cair agar dapat dilewati. Kemampuan menahan aliran atau gerakan ini penting artinya bagi kecepatan tenggelam benda-benda dan gerakan binatang-binatang di dalam air. Kohesi makin meningkat dengan turunnya suhu.

Sekelompok sifat-sifat air lainnya berkaitan dengan pengaruh panas. Air akan menguap lebih lambat dibandingkan dengan cairan-cairan lain yang molekulnya lebih sederhana. Ini berarti bahwa air memiliki kalor penguapan yang tinggi, dan tertinggi di antara cairan paada umumnya. Hal ini merupakan akibat langsung dari kekuatan ikatan Hidrogen diantara molekul-molekul air yang harus di putuskan agara molekul dapat terlepas. Karena tingginya kalor penguapan, air menguap perlahan-perlahan dan dengan demikian merupakan bahan pendingin yang sangat baik karena dapat menyerap sejumlah besar panas. Kalor penguapan yang tinggi ini menyebabkan pula tingginya titik didih air (100.10C), sehingga air di permukaan bumi berbentuk cairan dan bukan berbentuk gas. Berkaitan dengan ini terdapat kalor laten peleburan yaitu jumlah kalor yang di perlukan atau dilepaskan per satuan massa apabila suatu benda berubah dari wujud padat kewujud cair atau sebaliknya. Air, kalor laten pelaburan yang paling tinggi diantara cairan-cairan lain. Karenanya untuk mencairkan es di perlukan sejumlah besar kalor dilepaskan.

Tinginya kalor penguapan dan kalor laten peleburan air bearti air memerlukan lebih banyak kalor untuk menyebabkan perubahan suhu pada sejumlah berat tertentu daripada hampir dari semua zat lainnya. Kapasitas kalor yang tinggi ini berarti air merupakan penyangga yang kuat terhadap naik turunnya suhu dan oleh karena itu dapat melunakkan iklim; hal ini juga berarti bahwa kisaran suhu dalam suatu badan air lebih kecil dari pada di udara.

bersambung!!!!!!
 tungggu kelanjutannya hanya di biologi UIN SGD

di ambil dari "BIOLOGI LAUT" karya "james w. nybakken
diterbitkan oleh PT. GRAMEDIA
jakarta 1986.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar